Senin, 15 Maret 2010

Pondok Pesantren Al-falah Jatinangor

Pesantren yang terletak di bagian barat Kabupaten Sumedang sampai saat ini masih eksis dan semakin berkembang. Secara geografis pesantren ini terletak di kecamatan Jatinangor dibawah kaki gunung manglayang Suasana sejuk selalu menyelimuti kawasan tersebut,membuat betah para santri untuk terus belajar.

Hiruk pikuk kawasan Jatinangor sebagai pusat pendidikan dan bisnis tidak menjadikan kegiatan dakwah pesantren menjadi terhenti. Pesantren Al Falah berdiri pada tahun 1986, bermula dari pengajian kitab kuning yang diikuti beberapa orang saja, yang dibimbing oleh KH. A. Dimyati (alm) dan KH. A. Furqon,bertempat di serambi masjid Al-Falah di lingkungan Desa Cileles. Seiring waktu jumlah jemaah pengajian semakin bertambah dan terbentuklah sebuah Pesantren dengan dipimpin oleh KH. A.Furqon. Figur kiai yang sederhana dan berwawasan luas menjadi cukup disegani oleh masyarakat cileles. Ajengan juga cukup dikenal luas dikalangan nahdliyin seiring pengabdian di jamiyah Nahdlatul Ulama Sumedang.

Tuntutan zaman dan kebutuhan akan pendidikan semakin tingggi, maka untuk mengayomi dan memenuhi tuntutan masyarakat untuk lebih mengorganisir kegiatan pesantren ini agar berjalan lebih maksimal dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, maka pada tahun 1989 dibentuklah Yayasan Pendidikkan Al-Falah.

Selain pengajian kitab kuning (kitab klasik NU), Pondok Pesantren Al-Falah juga membuka system pendidikan formal Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD) tahun 1971, Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) tahun 1996, dan SMA pada tahun 2006, dan PAUD (pendidikan anak Usia Dini) tahun 2008.

Kurikulum formal yang digunakan di Pontren Al-Falah menggunakan kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional, dengan proses belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hari hingga siang hari (untuk pendidikan formal), sore hingga malam hari (untuk pengajian halaqoh/ Madrasah Diniyah).
Jumlah pendidik untuk semua jenjang pendidikan berjumlah 53 orang ustadz dan ustadzah dari berbagai disiplin ilmu.

Kemudian untuk pengajian halaqoh dibimbing langsung oleh kiai dan putra beliau K. Aceng Muhyi, S.Ag (Sekretaris PCNU Sumedang) beserta beberapa ustadz lainnya . Kitab-kitab yang dikaji antara lain fathul Qorib, Ta'lim muta'alim, Alfiyah, tafsir jalalain, Ihya Ulumuddin, dan kitab klasik lainnya.

0 Comments:

blogger templates | Make Money Online